Arsip Penulis: amrinz

Tentang amrinz

I'm complicated person TM

The EarthGuard Legend – 4. Re-Take The Quest

Tujuh hari kemudian di sekolah desa, Nu mengambil quest kembali. Kali ini dengan wajah kelelahan.

“Pelatih Meng, kali ini jangan bohong. Dimana First Elder?”

“Maaf Nu, saya terpaksa membohongi kamu, Ini perintah dari First Elder. Kali ini First Elder nitip pertanyaan buat kamu. Kalau kamu mampu menjawabnya, kamu akan menemukan First Elder.”

“Ding! Quest Pertanyaan Elder Pertama terbuka. Apakah kamu mau menerimanya?”

“Ya” jawab Nu. Apa boleh buat, kalau tidak diterima, First Elder-nya tidak akan ketemu.

“Bagus” kata Pelatih Meng. Wajahnya menyiratkan kebahagiaan.

“Ding! Kamu telah menerima Quest Pertanyaan Elder 1”, jendela quest otomatis terbuka.

===================================
Quest Pertanyaan Elder 1
===================================

First Elder suka makan apa?

Waktu: 23 jam 59 detik
Reward: 200 Exp
Penalti: Level -1
===================================

“Hah, questnya kok begini”, tanya Nu kebingungan.

Pelatih Meng hanya bisa mengangkat bahu dan tersenyum.

“Pelatih, apa anda tahu First Elder suka makan apa?”

“Maaf, kali ini saya tidak bisa menjawab. Kamu, pulang dulu sana. Sepertinya kamu capek sekali.”

“Ya dah, pelatih. Saya pulang dulu”

Dijalan, Nu membuka jendela status

==================================
Status Window
==================================
Nama: Nu
Level: 1
Ras: EarthGuard
Class: none

Exp: 50/1000

Health: 1000 Mana: 500
STR: 5 STA: 5 AGI: 5 INT: 5

Level Point: 10
Skill Point: 4
==================================

Saat turun gunung, Saking kesalnya Nu membunuh banyak sekali monster, terutama monster Babi Hutan Bertaring level 2. Hanya ada 1 tekad Nu saat itu, mengembalikan levelnya ke level 1.

Positifnya, ketika naik level, Nu mendapatkan 5 level point (LP) dan 1 skil point (SP) setiap naik level.

Sempat sih, Nu berpikir untuk “menurunkan” levelnya supaya mendapatkan bonus 5 LP dan 2 SP. Tetapi, satu-satunya cara menurunkan level hanyalah dengan mendapatkan penalti dari quest, selain itu tidak ada. Belum lagi, mendapatkan quest tidak mudah, lagi pula, tidak semua quest memiliki penalti penurunan level.

Kali ini juga, Nu tidak meninggalkan korbannya. Nu meluangkan waktu untuk menguliti monster buruannya, mengambil bagian-bagian yang paling berharga, seperti nyali ular, taring babi hutan, kulit sapi hutan.

Setahu Nu, First Elder tidak punya keluarga. Karenanya, First Elder suka makan diluar. Seringnya sih makan di rumah Pelatih Meng, rumah Nu dan Bibi Sora.

“Eh…, rumahku?”

Nu tersenyum, sambil berlari dengan kecepatan super.

“Ha ha ha, kali ini pasti ketemu!”

“Mama, First Elder, First Elder ada sini gak?”, Nu langsung menyerbu Yuna, ibunya dengan pertanyaan.

“Eh Nu, pulang-pulang, bukannya salam malah nanyain First Elder. Bukannya First Elder lagi di Kuil Gunung Utara?”

“Nggak ma, Nu dikibulin First Elder dan Pelatih Meng. First Elder nggak ada di kuil. Oh ya, First Elder kan suka makan disini, mama suka masakin dia apa?”

“First Elder? First Elder sukanya makan ikan gabus dari empang ikan desa. Biasanya First Elder paling suka makan hasil pancingan sendiri” sahut Yuna, sambil membersihkan debu di muka Nu.

“Ikan Gabus?”

“Ding! Kamu telah menyelesaikan Quest Pertanyaan Elder 1”

===================================
Quest Pertanya Elder 1
===================================
Status: Completed

Reward: 200 Exp
Items: 1 buah Level 1 Stamina Pill
===================================

“Ha…, quest-nya selesai!”

“Kalau First Elder suka makan hasil pancingan sendiri, berarti First Elder ada di empang ikan desa dong.”

“Ma, Nu pergi ke emapng ikan dulu”

“Wuzzz”, Nu berlari lagi dengan kecepatan super yang lebih super lagi šŸ˜›

Sesampainya di empang ikan desa, waktu sudah hampir malam. Nu, hanya melihat penjaga empang ikan yang sedang menutup pintu empang ikan.

“Pak, First Elder ada disini gak pak?”

“Ohhh First Elder? barusan aja pergi” jawab penjaga empang ikan desa. Selesai menutup pintu, penjaga empang ikan berkata lagi.

“Kamu Nu kan?”

“Ya, pak. Kenapa?”

“First Elder bilang, ada pertanyaan buat kamu. Mau dengar?”

“Ya, apa pak pertanyaannya?”

“Ding! Kamu telah menerima Quest Pertanyaan Elder 2”

Nu segera membaca informasi quest-nya.

===================================
Quest Pertanyaan Elder 2
===================================

First Elder suka minum apa?

Waktu: 23 jam 59 detik
Reward: 300 Exp
Penalti: Level -1
===================================

Setelah mengucapkan terima kasih, Nu balik kembali ke arah rumah. Dalam perjalanan pulang, Nu melewati warung satu-satunya di desa, Warung papa Jon. Hampir semua penduduk desa, pernah ke warung ini. Malamnya, sperti sekarang, warung Papa Jon selalu rame.

“Ah …., Wine!”

“Ding! Kamu telah menyelesaikan Quest Pertanyaan Elder 2”

===================================
Quest Pertanyaan Elder 2
===================================
Status: Completed

Reward: 300 Exp
Items: 1 buah Level 1 Stamina Pill
===================================

“Ha ha ha, aku memang jenius!”, tawanya dalam hati lalu melangkah, masuk ke dalam warung.

“First Elder!, First Elder! Papa Jon, ada lihat First Elder?”

“Eh, Nu. Cari First Elder ya? barusan disini.”

“Aduh, telat lagi. Kemana perginya pak?” tanya Nu.

“Bapak ndak tau Nu. Tapi tadi First Elder bilang, kalau ada yang mencari dia, supaya di kasih pertanyaaan. Mau?”

“Mau pak!”, jawab Nu cepat.

“Ding! Kamu telah menerima Quest Pertanyaan Elder 3”

===================================
Quest Pertanyaan Elder 3
===================================

First Elder suka main apa?

Waktu: 23 jam 59 detik
Reward: 500 Exp
Penalti: Level -1
===================================

“First Elder suka main apa?”

Beberapa detik kemudian …

“Terima kasih Papa Jon”

Kali ini Nu langsung berlari, menuju rumah Pelatih Meng.

First Elder suka main Go. Paman Meng adalah pemain Go terkuat di desa.

“Wuzz!”

Oops, kali ini Nu tidak berlari, karena rumah Pelatih Meng persis disebelah warung Papa Jon.

“Pat pat pat”, pura-pura terengah-engah, Nu membuka pintu.

“First Elder!”, teriaknya gembira …

Laki-laki tua yang dipanggil Nu, hanya tertawa-tawa sambil meletakkan biji Go.

“Kamu berhasil juga, ha ha ha!”

“Ding! Kamu telah menyelesaikan Quest Pertanyaan Elder 3”

===================================
Quest Pertanyaan Elder 3
===================================
Status: Completed

Reward: 500 Exp
Items: 1 buah Level 1 Stamina Pill
===================================

“Ding!”

Cahaya putih melingkari Nu, dan bergerak dari bawah ke atas. First Elder dan Pelatih Meng terkejut, lalu tertawa.

================================================
Notification
================================================
Selamat, level kamu bertambah

Sekarang kamu level 2

Selamat, kamu mendapatkan gelar

StoneHeart Will

Efek Permanent: Meningkatkan 5 point Stamina

Dapat mengaktifkan skill StoneHeart Will
================================================

“Waaa, ada skillnya. Coba lihat”

Nu, membuka jendela skill.

================================================
StoneHeart Will Skill
================================================
Level: 1
MP: 100 Point

Removing all negative effects and Imune to all negative effect for 30 seconds
Cooldown: 12 jam

Biaya: 1 Skill Point | 0 Copper

Pelajari Skill?
=================================================

“Yaaaaaa”, Nu berteriak gembira dalam hati.

“Ding! Kamu telah mempelajari Skill StoneHeart Will Level 1”

“Oh ya, lupa. Quest Berbicara Dengan First Elder”, buru-buru Nu membuka jendela Quest, takut waktunya habis.

=========================================
Quest Berbicara Dengan First Elder
=========================================

Temui dan berbicara dengan first elder.

Waktu: 2 hari 17 jam 38 menit 27 detik
Reward: 1000 EXP
Penalti: Level -2
=========================================

“First Elder!”, baru saja Nu mau melanjutkan berbicara, muncul notifikasi.

“Ding! Kamu telah menyelesaikan Quest Berbicara Dengan First Elder”

=========================================
Quest Berbicara Dengan First Elder
=========================================
Status: Completed

Reward:
– 1000 EXP
– Level 1 EXP Pill
– Earth Guard Eye Seed
=========================================

Setelah mendapatkan kenaikan level, Nu penasaran dengan statusnya sekarang, karena ada penambahan STA, artinya Nu tidak akan gampang lelah. HPnya juga seharusnya bertambah.

“Buka jendela status!”

==================================
Status Window
==================================
Nama: Nu
Level: 2
Ras: EarthGuard
Class: none

Exp: 1050/2000

Health: 1500 Mana: 500
STR: 10 STA: 15 AGI: 10 INT: 10

Level Point: 15
Skill Point: 6
==================================

Dengan stamina sebesar 1500, Nu bisa bertarung lebih lama dan tidak mudah terbunuh. Belum lagi masih ada 15 LP yang belum terpakai.

Iklan

The EarthGuard Legend – 3. Lost Level in The Mountain

Siang harinya, semakin mendekati Kuil, kerapatan pepohonan mulai berkurang. Setelah beberapa saat, Nu sampai di jalan menanjak tanpa pepohonan disisinya. Jalan ini sepertinya sengaja dibuat manusia, karena terlihat rapi dan rajin dibersihkan.

Tanpa ragu, Nu naik dengan bersemangat. Tak lama, didepan Nu tampak bangunan kuil yang tidak terlalu besar, lebih menyerupai rumah peristirahatan daripada kuil. Sampai di depan pintu, Nu membersihkan pakaiannya, merapikan penampilannya.

“Selamat siang … First Elder, Saya Nu mengunjungi First Elder” serunya dengan suara yang agak dikeraskan, seperti takut mengganggu First Elder.

“Selamat siang … First Elder, Saya Nu mengunjungi First Elder”, ulang Nu. Tidak ada jawaban.

“First Elder, Saya Nu dari NorthEast Village mengunjungi First Elder”, kali ini Nu membarenginya dengan mengetuk pintu.

“Mmmm, coba aku lihat ke dalam”

Dengan melepaskan alas kaki, Nu mendorong pintu dan masuk. Tidak ada orang.

Nu mendekati satu-satunya meja yang diatasnya terdapat amplop putih polos. Meskipun ingin meraih amplop dan melihat isinya, Nu menahan diri. Melihat jendela quest, masih ada waktu 12 jam sampai batas quest berakhir.

Nu memutuskan untuk duduk menunggu sebentar sambil melepas lelah sekalian berlatih.

Tak terasa 1 jam lewat, hari mulai beranjak sore. First Elder belum datang juga. Nu memutuskan untuk mencari First Elder di sekitar kuil.

Tak perlu menunggu waktu lama untuk mencari di sekitar kuil, karena kuilnya memang kecil sekali. Halamannya tak seberapa luas. Kuil ini selain ruang meditasi dengan altar tadi, hanya memiliki dapur, gudang dan kamar mandi.

“Kemana ya First Elder?”

“Mungkin lagi ngetest saya nih, First Elder kan orangnya agak nyentrik gitu orangnya. Tunggu di dalam ah. Brrr, dingin”

Malam pun tiba, setelah menyalakan satu-satunya lampu di tiang tengah, Nu duduk menunggu sambil latihan.

Waktu quest masih ada 4 jam lagi. Masih ada waktu.

Satu jam berlalu, Nu mulai tidak enak hati.

Dua jam berlalu, Nu mulai cemas.

Tiga jam berlalu, keringat dingin mulai menetes.

Dua puluh menit kemudian, Nu mulai dag-dig-dug, tapi tetap duduk menunggu.

Dua puluh menit kemudian …

10 mmenit kemudian …

5 menit …. 4 menit … 3 menit … 2 menit … 1 menit …

“Ding! Quest Menemui First Elder gagal”

==========================
Quest Menemui First Elder
==========================
Status: Gagal

Penalti berlaku. Level -2
==========================

Haaaa, Nu ingin berteriak tapi masih menahan diri.

Nu melihat amplop putih polos diatas meja, Nu berdiri, meraihnya lalu membukanya.
Di dalamnya ada sehelai surat pendek.

“Temui saya di kantor desa, he he”

Setelah membaca tulisan itu, Nu hanya bisa berteriak, “First Elder jahat!!!!!!”.

Nu membuka jendela status dengan wajah lemas.

==================================
Status Window
==================================
Nama: Nu
Level: -1
Ras: EarthGuard
Class: none

Exp: 0/600

HP: 1000 MP: 500
STR: 10 STA: 10 AGI: 10 INT: 10

LVL Point: 0
Skill Point: 0
==================================

“Sial!”, kemudian merebahkan diri dan tidur.

Tiba-tiba Nu terbangun, sepertinya Nu mendengar suara tertawa First Elder.

“Arggghhhh…”

Di NorthEast Village, seorang lelaki tua sedang tertawa-tawa …

The EarthGuard Legend – 2. First Quest: Talk to First Elder

“Ding! Kamu telah menerima Quest Berbicara Dengan First Elder ”

Nu tersenyum saat membuka jendela quest-nya. Nu mendapatkan quest yang sangat mudah, hanya menemui first elder dan berbicara dengannya.

“Ha ha ha, langsung naik level 2. Asyikkk!”

=========================================
Quest Berbicara Dengan First Elder
=========================================

Temui dan berbicara dengan first elder.

Waktu: 2 hari 23 jam 59 menit 59 detik
Reward: 1000 EXP
Penalti: Level -2
=========================================

“Hei Nu, sepertinya kamu mendapatkan quest yang mudah?”, suara pelatih Meng membuyarkan lamunan Nu.

“Iya pak pelatih, gampang sekali”

“Gampang? Coba perlihatkan questnya”

Nu mengangguk dan menekan tombol Share > Pelatih Meng > OK

“Gimana, gampang kan?” kata Nu sambil senyum-senyum.

“Gampang sih, tapi sayang, first elder sedang tidak ada di desa”

“Hah…, first elder kemana?”

“Sudah sebulan yang lalu first elder melakukan latihan di kuil Gunung Utara”, kata Pelatih Meng lalu tersenyum simpati.

“Semoga beruntung,” sambungnya dan menepuk pundak Nu. Lalu beranjak pergi.

Mendengar itu, bibir Nu langsung berubah aneh. Antara tersenyum dan nyengir.

Kuil Gunung Utara adalah kuil terpencil diatas puncak Gunung Utara, meskipun tidak terlalu tinggi dan hanya berjarak beberapa puluh kilometer, jalan menuju puncak tidaklah mudah. Gunung Utara dihuni monster level 1-5 dan hutan yang rapat. Untuk menuju kuil, tidak ada jalan khusus. Jalan paling cepat menuju Kuil Gunung Utara adalah menggunakan Flying Spiritual Beast. Meskipun bisa ditempuh dengan jalan kaki, waktunya mencapai 2 hari atau lebih. Di desa, hanya para elder dengan level 29 ke atas yang memiliki flying spiritual beast.

Nu, memperhatikan sekelilingnya, diantara beberapa temannya ada yang sudah membentuk team. Meskipun Nu sudah memasang flag “Mencari Team Berbicara Dengan First Elder”, tak ada yang menghampiri. Sepertinya, hanya Nu yang mendapatkan quest ini.

Tak ada pilihan lain, Nu memutuskan untuk pulang ke rumah dan menyiapkan perbekalan naik gunung.
Dalam perjalanan pulang, Nu membeli makanan kering, air kemasan, health potion, mana potion, light armor set level 1 dan lain-lain.

Nu tak mau membuang-buang waktu, karena penaltinya adalah Level -1 dan waktunya hanya 3 hari. Jika Nu berangkat sekarang, Nu yakin bisa menyelesaikan quest ini. Meskipun masih level 1, kemampuan bertarung EarthGuard termasuk bisa diandalkan karena sudah diajarkan di sekolah desa sejak usia 10 tahun.

Satu jam kemudian, Nu terlihat berjalan ke luar desa menuju arah utara, Yuna, ibunya menemani sampai batas desa. Sampai batas desa, Nu melanjutkan dengan berlari cepat, hampir-hampir seperti terbang.

Begitu sampai di pinggir Hutan Gunung Utara, Nu mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan. Nu mengambil pedang kayu besi dari tas Spatial dan membaca informasinya.

=================================================
Pedang Kayu Besi
=================================================
P. Attack: 100
M. Attack: 100

Pedang pemula, terbuat dari kayu besi yang keras

Syarat:
Level 0

Harga: 50 Copper
=================================================

Dengan Pedang Kayu Besi ini ditambah damagenya yang 1100, Nu bisa mudah membunuh monster level 1 dengan 5-6 kali tebasan. Tentu saja tanpa memperhitungkan defense monsternya. Dalam kasus-kasus tertentu, user bisa membunuh monster dengan sekali pukul jika mengenai weak point sekaligus mendapatkan critical damage.

Dua ratus meter dari pinggir hutan, suasana mulai berubah. Suhu udara semakin gerah. Pohon-pohon mulai rapat dan cahaya matahari semakin berkurang, padahal jam di jendela status masih menunjukkan pukul 13.35 siang.

Nu memantapkan hatinya dan terus melangkah, meskipun ini pertama kalinya Nu memasuki Hutan Gunung Utara, Nu sudah sering berlatih di Hutan Latihan sekolah desa. Sampai saat ini, Nu belum menemukan satupun monster.

Dua jam kemudian, Nu membunuh monster pertamanya, Babi Hutan Bertaring Level 1, memberinya 10 Exp. Untuk menghemat waktu, Nu mengabaikan babi hutan itu, meskipun dagingnya bisa dimakan dan kulitnya bisa dijual, tapi akan memakan waktu untuk menguliti dan memotong dagingnya. Lagipula, menambah beban bukan prioritas Nu, apalagi kapasitas tas spatial Nu terbatas.

Nu hanya membersihkan sisa darah monster dari pedang agar tidak menarik perhatian monster lainnya, lalu melanjutkan perjalanan. Selain monster babi hutan tadi, Nu juga membunuh dua monster lagi, kemudian mencari tempat tidur diatas pohon, karena hari sudah beranjak malam dan cahaya matahari mulai menghilang.

Pada waktu Nu, sedang mempersiapkan tempat tidurnya, Pelatih Meng sedang berbincang sambil minum teh dengan seorang laki-laki tua berwajah gembira.

“First Elder, apakah Nu akan mampu menyelesaikan quest ini?, saya khawatir sekali”

“Jangan khawatir, quest ini akan menunjukkan apakah Nu benar-benar seperti yang kita harapkan”

“Tapi First Elder, mengapa anda tidak menunggu Nu di Kuil Gunung Utara?”, tanya Pelatih Meng

“Tentu ada maksudnya, he he he. Kamu tidak usah khawatir, saya sudah mengutus Hopeng untuk mengawal Nu diam-diam. Pasti aman”

Pagi harinya, setelah sarapan makanan kering dan melakukan latihan singkat, Nu melanjutkan perjalanan. Dengan mengaktifkan mini map, Nu berjalan menuju utara. Kali ini, jalan mulai menanjak. Satu setengah hari lagi, Nu akan tiba di Kuil Gunung Utara.

Baru 10 menit berjalan, Nu diserang monster Ular Hijau Level 2 yang melompat tibda-tiba dari dahan pohon. Meskipun kecil dan tidak berbisa, gigitan ular ini akan menyebabkan luka yang terus mengurangi HP. Meskipun serangan mendadak, Nu sigap menebas Ular hijau di lehernya. Hanya sekali tebas, kepala ular terpisah dari badannya.

Singkat kata, hampir setiap jam ada saja monster yang menyerang Nu. Tidak semua monster dilawannya, hanya yang menyerang saja. Nu menghindari menyerang monster yang belum menyerang, apalagi jika levelnya, level 3 ke atas. Nu memilih untuk mengambil jarak dan memutar daripada menghabiskan waktu sia-sia.

Sekali lagi, Nu bermalam di hutan. Kali ini Nu menemukan gua kecil yang bersih, nampaknya tidak ada hewan yang menjadikannya sarang. Setelah memberi penghalang di pintu gua, Nu berlatih sebentar sebelum tidur.
Malam itu tidak ada apapun yang mengganggu. Hanya suara-suara hewan malam yang membuat Nu terbangun karena tidak biasa.

The EarthGuard Legend – 1. Northeast Earthguard Village

The EarthGuard Legend – 1. NORTHEAST EARTHGUARD VILLAGE

Hari ini Nu berusia 15 tahun. Usia 15 tahun bagi seorang EarthGuard adalah usia yang penting. Usia dimana seorang anak dinyatakan dewasa dan siap menerima quest pertama dari Pelatih Meng. Pelatih Meng adalah guru tempur yang mengajarkan Nu dan anak-anak desa menempa tubuh dan spirit. Pelatih Meng adalah seorang EarthGuard Swordsman, veteran perang antar ras 20 tahun lalu.

Hari ini Nu sudah berada di lapangan desa, selain NU, 10 orang anak sebaya Nu juga akan menerima quest pertama bersama-sama.

EartGuard adalah salah satu ras minoritas di Planet Biru. Selain EarthGuard, ada ras Manusia, Beast, Peri. Ras manusia memiliki jumlah penduduk (baca: user) terbanyak sekaligus wilayah yang sangat luas, Di ikuti ras Beast dan Peri. Selain tiga ras utama tersebut, planet Biru juga di huni ras-ras minoritas lainnya.

Ras EarthGuard memiliki fisik seperti ras Manusia. Perbedaan utamanya adalah ras EarthGuard memiliki mata ketiga dan mampu men-summon spiritual beast sebagai teman bertarung.

Selain job/class umum seperti pedagang, perajin, pandai besi, alchemist dan lainnya. Ras-ras di Planet biru memiliki job khusus petempur, mereka disebut Warrior. EarthGuard memiliki dua job/class, EarthGuard Swordsman dan EarthGuard Spiritualist.

Rank seorang warrior ditentukan dari levelnya. Di Planet Biru, menaikkan level tidaklah mudah, karena memakan waktu lama serta harus mempertaruhkan nyawa. Jika user mati di Planet Biru, maka mati selamanya, tidak akan ber-reinkarnasi kembali.
Sebaliknya, level tinggi akan menjamin kehidupan seseorang di Planet Biru.

Sebagai ras minoritas, wilayah ras EarthGuard relatif kecil, bahkan di EarthGuard Kingdom hanya ada satu kota, EarthGuard city. Nu tinggal di NorthEast EarthGuard Village. NorthEast EarthGuard Village adalah salah satu dari delapan desa di EarthGuard Kingdom.

“Mmmm, sepertinya semua sudah berkumpul”, suara Pelatih Meng membuyarkan lamunan Nu.

“Sebelum menerima quest, second elder akan mengaktifkan level system. Kalian hanya perlu berdiri didalam lingkaran aktivasi sampai status kalian muncul. Mulai dari kamu, maju dan berdiri di lingkaran aktivasi!”

Seorang anak laki-laki yang antri paling depan maju dan berdiri di dalam lingkaran aktivasi. Kemudian cahaya keemasan melingkari tubuhnya dari bawah ke atas, hanya beberapa detik kemudian cahaya keemasan menghilang digantikan dengan cahaya putih dan suara “ding!” yang menandakan level naik ke level 1.

Proses aktivasi level sistem akan membuka kemampuan menaikkan level Mereka yang sudah aktif leveling sistemnya disebut user. Sebelum level sistem aktif, level seseorang adalah 0. Selain kemampuan menaikkan level, user juga bisa melihat status lengkap dirinya. Sedangkan status user lainnya terbatas pada nama dan level, kecuali menggunakan skill/metode khusus.

“Nu, maju ke depan dan berdiri di lingkaran!”, giliran Nu pun tiba.

Begitu Nu berdiri di dalam lingkaran, cahaya keemasan melingkari tubuhnya dari bawah ke atas. Nu merasakan rasa hangat yang tidak biasa. Dalam waktu beberapa detik ribuan informasi masuk ke dalam benaknya. Beberapa saat kemudian Nu mendengar suara “Ding!”.

Kotak transparan terbuka di depan Nu. Kotak itu berisi informasi status Nu.

==================================
Status Window
==================================
Nama: Nu
Level: 1
Ras: EarthGuard
Class: none

Exp: 0/1000

HP: 1000 MP: 500
STR: 10 STA: 10 AGI: 10 INT: 10

LVL Point: 0
Skill Point: 0
==================================

Bagi Nu, kotak status window bukanlah hal yang asing karena sudah dipelajari sebelumnya. Yang paling penting bagi Nu adalah bagian EXP dan atribut seperti STR, STA, AGI dan INT.

EXP tidak hanya bisa didapatkan melalui quest saja. EXP juga bisa didapatkan dengan membunuh monster atau user. EXP yang didapatkan tergantung level monster/user. Selain quest dan membunuh monster/user. Job tertentu juga mendapatkan EXP dari produksi yang mereka hasilkan, tergantung jumlah dan kualitas produksi masing-masing. EXP juga bisa didapatkan dari EXP Pill, tetapi tidak seorang-pun yang pernah berhasil mem-produksi EXP Pill. Satu-satunya cara mendapatkan EXP pill adalah melalui reward Quest.

Di Planet Biru, tidak ada batasan level. Selama user itu masih hidup, dia masih bisa meningkatkan levelnya. Hanya saja, meningkatkan level hanya mudah diawal saja, karena setiap kenaikan level, EXP yang dibutuhkan berlipat dua. Misalnya untuk naik ke level 2, seorang user membutuhkan 1000 EXP. Naik ke level 3 membutuhkan 2000 EXP. Level 4 membutuhkan 4000 EXp dan seterusnya.

Bagi seorang Swordsman, meningkatkan STR adalah hal paling penting, sedangkan bagi Spiritualist, mereka memprioritaskan untuk menaikkan INT karena dapat meningkatkan 50 damage dan 10 defense setiap pointnya bagi masing-masing class. INT juga akan meningkatkan 50 MP seorang user. Sedangkan stat seperti STA akan meningkatkan 100 HP setiap pointnya selain juga meningkatkan stamina user, AGI meningkatkan kelincahan/hindaran seorang user.

Selain jendela status, user juga akan menerima tas spatial dengan ruang berukuran satu meter kubik. Di dalamnya terdapat pedang kayu besi, 5 buah Level 1 multi potion yang bisa mengembalikan 200 HP dan 100 MP.

Tak sampai 1 jam, upacara aktivasi level sistem selesai.

“Kalian sudah melihat jendela status masing-masing?”, Pelatih Meng bertanya.

“Jika ada yang belum aktif, harus melapor pada second elder”

“Baiklah, ini adalah quest pertama kalian. Setiap anak akan mendapatkan quest berbeda, sesuai takdir masing-masing. Lihat di jendela quest kalian. Kalian perlu ingat, setiap quest memiliki batas waktu, jika kalian gagal menyelesaikan quest, kalian akan mendapatkan penalti, paling fatal berupa pengurangan level. Harap berhati-hati.”

Stupid Way To Read Web Novel Offline

I like reading wuxia web novel, but when the web novel already release chapters, reading them become long and costly, especially when I don’t have internet at home.

I write this article based on my experience when I download and read wuxia web novel offline.

Reading Web Novel Offline Reading Web Novel Offline

Lets go to the point.

Case:
You want to read whole story ICDS (http://www.wuxiaworld.com/icds-index/) from wuxiaworld.com OFFLINE. Since the story don’t need javascript and don’t have pictures, we don’t want to waste our data package to download them.

Tools:

  • Download manager (IDM)
  • Text Editor (like editplus) with find and replace all opened files or all files in directory ability

How to:

  1. Download the chapters using batch download. Save them in one directory, ex: “icds”

    Batch Download Settings with IDM

  2. Download the main stylesheet, you can ignore other files. Save them inside the web novel (“icds”) directory
  3. Now open all files and using find and replace tools.
    Search for http://www.wuxiaworld.com/wp-content/themes/wuxia-world/css/style.css?v=4 and replace with style.css

  4. For Link to Next Chapter, find and replace string for example, this string <a href=”http://www.wuxiaworld.com/icds-index/icds-chapter-226/”>Next Chapter</a>

    • Replace http://www.wuxiaworld.com/icds-index/ with null/blank
    • ReplaceĀ  /”>Previous with .html”>Previous (adding the html extension)
    • also ReplaceĀ  /”>Next with .html”>Next
      make sure you turn on or include the case sensitive option.
  5. Also find and replace string http with httpx to prevent web page accessing online files. Sometime, online files not using http but //domain.com – I recommend to replace this too.
  6. Open the file in directory by drag them to browser to read.

 

Another tips for you who know css, you can modify the style.css to adjust the font size, font color and the background, or hidden unnecessary elements.

My style.css example:

/* My Custom Styles – Add in the end of file */
*, html, body {font-size: 20px !important; color:lightgray; background:#1d1c1c!important;}
header#masthead, aside#ai_widget-30, #secondary, .beforeCommentsPage, #comments, .widget-area , #footer-wide {visibility: hidden; display: none;}
.hentry {width: 1200px !important; margin: 0 !important; padding: 0 !important; }

Will result in the top screenshot above.

With this as base, you can read any web novel in the world. As long as the URLs in sequence šŸ™‚

Happy reading!

Jingke si Telapak Tangan Besi

Suatu hari Jingke menemukan sebuah buku di jalan pulang menuju rumahnya. Buku itu berjudul Pukulan Telapak Tangan Besi. Pengarang buku ini entah siapa, lebih-lebih pemiliknya, Jingke tidak tahu.

Buku ini penuh dengan gambar, tulisan hanya sedikit, hanya tulisan judul di atas gambar. Bagaimana cara mempelajari jurus-jurus yang diperagakan gambar tidak ada sama sekali.
cersil pendek jingke si telapak tangan besiTetapi setelah Jingke mencoba melakukan gerakan seperti gambar di buku, gerakan-gerakan yang dilakukan Jingke menyerupai sebuah jurus. Hanya saja Jingke tidak yakin apakah gerakannya bisa mengenai musuh.
Meskiun demikian Jingke tetap menghapal dan melatih gerakan-gerakan di dalam buku, hampir setiap hari, karena Jingke seorang pengangguran.

Tak terasa setahun sudah Jingke melatih gerakan-gerakan di dalam buku, walaupun tidak pernah mencoba apalagi terlibat perkelahian, tubuh Jingke mengalami perubahan, lebih berotot, lebih berisi. Jalannya mulai tegap, tidak lagi menunduk seperti layaknya orang pengangguran.

Suatu hari, saat sedang duduk-duduk di warung langganannya, Jingke melihat seorang gadis berteriak “Copettt!”. Seorang laki-laki tinggi besar berlari ke arah Jingke, tatapan mata laki-laki itu berbahaya.
Tetapi entah mengaa, ketika pencopet itu hampir melewati Jingke, tangan Jingke bereaksi, memukul ke arah dada dengan kedua telapak tangan terbuka seperti sayap kupu-kupu, sementara kaki kanan di depan dan kaki kiri menjejak tanah kuat-kuat.

Seseorang terlempar, pencopet itu terkapar.

Orang-orang datang mengerumuni. Bukannya mengerumuni si pencopet, tetapi Jingke. Semua orang tahu siapa pengangguran Jingke, manusia tak berguna yang selalu menghabiskan waktunya di depan warung sambil merokok.

Tepuk tangan terdengar, puji-pujian teruar, geleng-geleng kepala tak percaya, pemuda seperti Jingke bisa memukul roboh pencopet berbadan besar lebih dari dirinya.

Sejak hari itu, orang-orang tidak lagi meremehkan Jingke. Pemuda-pemuda pengangguran lainnya mulai memanggilnya abang, bahkan yang umurnya lebih tua sekalipun.
Jingke tambah percaya diri. Beberapa preman sekitar yang mencoba menantang duel, kalah dalam sejurus dua jurus. Pamor Jingke membumbung tinggi, apalagi setelah preman yang dikalahkan Jingke menyerahkan sebagian penghasilannya kepada Jingke. Jingke tak malu-malu menerima setoran preman tersebut. Kapan lagi dapat rejeki nomplok tanpa kerja terlalu keras.

Sejak hari Jingke menjatuhkan pencopet di depan warung, Jingke mendapatkan pacar, itu dia, si gadis yang ditolongnya.

Sejak hari Jingke menggunakan jurus kupu-kupu besi, Jingke menerima beberapa orang murid, anak-anak muda pengangguran di sekitar itu juga.

Jingke yang sekarang, bukan lagi Jingke yang pemalas. Bukan lagi Jingke yang tidak punya cita-cita.
Kepada mereka yang menanyakan rahasia kesuksesan-nya Jingke berani berkata:
“Kerja keraslah, jika ada nasib pasti sukses!”

Antara Hamba dan Sang Khalik Ada 99 Tirai Yang Menghalanginya

Tulisan pendek ini sedang mencoba menjelaskan sebuah frasa terkenal di kalangan sufi, “Ada 99 tirai yang menghalangi hamba dengan Khalik-nya”. Kebetulan saya sangat suka membaca, salah satu topiknya adalah tentang tasawuf, topik yang diperkenalkan oleh kakek, ayah dan paman-paman saya. Tulisan saya ini laksana tangan saya yang kecil sedang mencoba menutupi langit, tetapi dengan songel (sasak: tanpa rasa malu) saya persembahkan untuk mengingat hari kelahiran saya.

Antara seorang hamba dan Sang Khalik, ada 99 tirai/hijab yang menghalangi si hamba. Sembilan puluh sembilan bukanlah bilangan tertentu yang pasti, tetapi simbol ketidakterbatasan.

Sembilan puluh sembilan tirai menutupi fisiknya, Sembilan puluh sembilan hijab menghalangi hatinya. Sembilan puluh sembilan cobaan menghalanginya di dunia. Sembilan puluh sembilan tirai menghalangi setelah kematiannya.

Tirai pertama yang menghalangi hamba dari melihat Tuhan-nya adalah pengetahuan mengenai-Nya. Jutaan manusia lahir setiap hari, tak satupun mengenali-Nya. Seiring tumbuh dan berkembangnya fisik si hamba, jadilah dia seorang Muslim, Yahudi, Nasrani atau Majusi melalui perantaraan orang tuanya, lingkungannya.
Setelah dia mampu menangkap dengan inderanya dan mendengarkan perkataan “Allah”, terbukalah hijab yang pertama.

Setelah mengenal Allah, mulailah perjalanan si hamba untuk kembali pulang menuju pangkuan-Nya.

Sepanjang perjalanan yang ditempuh hamba, masih banyak hijab-hijab lain yang harus disingkap agar dapat melihat wajah-Nya yang keindahannya tak mampu kata-kata menjabarkannya.

Kurangnya ilmu adalah hijab. Belajar akan membuka hijab. Kemalasan adalah hijab. Istiqamah walaupun amaliah kecil membuka hijab.

Merasa bangga dengan amal (ujub) adalah hijab. Beramal dengan tangan kanan, di malam gelap dan menyembunyikan amal dari tangan kiri akan membuka hijab.

Merasa amalnya sudah bagus dan banyak adalah hijab.

Mengerjakan amal baru tanpa dasar adalah hijab. Merasa amal baru itu baik meskipun tak disetujui atau disanggah Allah (melalui Al-Quran) dan Nabi SAW (melalui hadits) dan Pewaris Nabi adalah hijab.

Prasangka adalah hijab, hilangkan dengan ilmu.

Merasa diri tinggi adalah hijab. Merapikan sandal jamaah dan menumbuhkan kerendahan hati membuka hijab.

Merasa tidak pantas dihadapan-Nya dan malu berdoa adalah hijab.
Merasa dicintai oleh-Nya dan menggampangkan maksiat adalah hijab.
Jangan terbuai oleh sifat maaf-Nya lalu lalai dan tergelincir.
Tetap eling wahai hatiku.

Menulis dan merasa tulisannya luar biasa bagus dan bermanfaat adalah hijab, wahai diriku, jika ini yang muncul dalam hatimu, singkirkanlah.

Harta adalah hijab, tunaikan sadakah dan zakatnya.
Anak-anak adalah hijab, didiklah dengan baik agar membantu membukakan hijab dengan doa-doa mereka.
Istri-istri adalah hijab, perlakukan mereka dengan baik agar menjadi teman berjalanmu, menjadi orang dibelakang yang setali denganmu, menarikmu jika mendekati jurang, menjadi Sam bagimu wahai Frodo.

Kemiskinan adalah hijab, kekayaan adalah hijab. Singkirkan mereka dari hatimu. Jadilah Jenderal Choe Yeong yang memandang emas laksana batu.

Maksiat adalah hijab.
Maksiat yang kecil adalah hijab kecil, singkirkan dengan kalimah subhanallah walhamdulillah allahuakbar lailahaillah lahaula wala quwata illa billah.
Maksiat yang besar adalah hijab besar nan berat, enyahkan dengan taubatan nasuha.
Tinggalkan satu maksiat maka terbukalah satu hijab. Tinggalkan dua, terbukalah dua. Tinggalkan 99 maksiat terbukalah 99 hijab.

Material (kebendaan) adalah hijab, jangkaulah dengan rasa.
Waktu adalah hijab, bersabarlah.

Tirai terakhir di masa hidup hamba adalah kematian. Jika tirai kematian ini sudah terbuka, perjalanan hamba memasuki babak baru. Semakin dekatlah hamba kepada Khalik-nya.

Kubur adalah hijab.
Kiamat adalah hijab.
Kurangnya amal adalah hijab.
Sirath adalah hijab.
Neraka adalah hijab.
Setiap milimeter jarak adalah hijab.

Bersabarlah wahai diriku, kita pasti menemui-Nya, cepat atau lambat.
Selalu monitor dirimu sendiri. Sebelum berbicara pikirkanlah dahulu. Sebelum beramal, carilah ilmunya dulu. Karena agama bukanlah angan-angan dan prasangka tetapi amal.

Wahai diriku, ingatlah itu.