The EarthGuard Legend – 3. Lost Level in The Mountain


Siang harinya, semakin mendekati Kuil, kerapatan pepohonan mulai berkurang. Setelah beberapa saat, Nu sampai di jalan menanjak tanpa pepohonan disisinya. Jalan ini sepertinya sengaja dibuat manusia, karena terlihat rapi dan rajin dibersihkan.

Tanpa ragu, Nu naik dengan bersemangat. Tak lama, didepan Nu tampak bangunan kuil yang tidak terlalu besar, lebih menyerupai rumah peristirahatan daripada kuil. Sampai di depan pintu, Nu membersihkan pakaiannya, merapikan penampilannya.

“Selamat siang … First Elder, Saya Nu mengunjungi First Elder” serunya dengan suara yang agak dikeraskan, seperti takut mengganggu First Elder.

“Selamat siang … First Elder, Saya Nu mengunjungi First Elder”, ulang Nu. Tidak ada jawaban.

“First Elder, Saya Nu dari NorthEast Village mengunjungi First Elder”, kali ini Nu membarenginya dengan mengetuk pintu.

“Mmmm, coba aku lihat ke dalam”

Dengan melepaskan alas kaki, Nu mendorong pintu dan masuk. Tidak ada orang.

Nu mendekati satu-satunya meja yang diatasnya terdapat amplop putih polos. Meskipun ingin meraih amplop dan melihat isinya, Nu menahan diri. Melihat jendela quest, masih ada waktu 12 jam sampai batas quest berakhir.

Nu memutuskan untuk duduk menunggu sebentar sambil melepas lelah sekalian berlatih.

Tak terasa 1 jam lewat, hari mulai beranjak sore. First Elder belum datang juga. Nu memutuskan untuk mencari First Elder di sekitar kuil.

Tak perlu menunggu waktu lama untuk mencari di sekitar kuil, karena kuilnya memang kecil sekali. Halamannya tak seberapa luas. Kuil ini selain ruang meditasi dengan altar tadi, hanya memiliki dapur, gudang dan kamar mandi.

“Kemana ya First Elder?”

“Mungkin lagi ngetest saya nih, First Elder kan orangnya agak nyentrik gitu orangnya. Tunggu di dalam ah. Brrr, dingin”

Malam pun tiba, setelah menyalakan satu-satunya lampu di tiang tengah, Nu duduk menunggu sambil latihan.

Waktu quest masih ada 4 jam lagi. Masih ada waktu.

Satu jam berlalu, Nu mulai tidak enak hati.

Dua jam berlalu, Nu mulai cemas.

Tiga jam berlalu, keringat dingin mulai menetes.

Dua puluh menit kemudian, Nu mulai dag-dig-dug, tapi tetap duduk menunggu.

Dua puluh menit kemudian …

10 mmenit kemudian …

5 menit …. 4 menit … 3 menit … 2 menit … 1 menit …

“Ding! Quest Menemui First Elder gagal”

==========================
Quest Menemui First Elder
==========================
Status: Gagal

Penalti berlaku. Level -2
==========================

Haaaa, Nu ingin berteriak tapi masih menahan diri.

Nu melihat amplop putih polos diatas meja, Nu berdiri, meraihnya lalu membukanya.
Di dalamnya ada sehelai surat pendek.

“Temui saya di kantor desa, he he”

Setelah membaca tulisan itu, Nu hanya bisa berteriak, “First Elder jahat!!!!!!”.

Nu membuka jendela status dengan wajah lemas.

==================================
Status Window
==================================
Nama: Nu
Level: -1
Ras: EarthGuard
Class: none

Exp: 0/600

HP: 1000 MP: 500
STR: 10 STA: 10 AGI: 10 INT: 10

LVL Point: 0
Skill Point: 0
==================================

“Sial!”, kemudian merebahkan diri dan tidur.

Tiba-tiba Nu terbangun, sepertinya Nu mendengar suara tertawa First Elder.

“Arggghhhh…”

Di NorthEast Village, seorang lelaki tua sedang tertawa-tawa …

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s