Berhenti Menyudutkan Ummat


Bom Samarinda memang tragis, tetapi janganlah kita jadi lebay karena korbannya anak-anak  Apalagi mengomentari hal-hal lain di luar itu seperti mengkaitkannya dengan politik atau mencibir ulama dan ummat

Seperti kata Aa Gym, mari menempatkan masalah pada tempatnya  Pelaku sudah tertangkap, biarkan diproses hukum dan stop mencaci maki orang/ulama/ummat yang gak ada hubungannya  Orang waras tetap fokus pada masalah

Jika kita mengkaitkannya dengan agama, jumlah korban anak-anak di Suriah, Palestina, Myanmar dan tempat lain jauh lebih banyak dan bahkan hari inipun korban masih berjatuhan  Siapakah pelakunya? Apakah agama mereka?

Masih mau berargumen bahwa ummat tertentu memiliki bakat terorisme?

Di negara-negara besar yang menjadi panutan, Eropa, Amerika Serikat, China, India dan lainnya minoritas masih mengalami kekerasan dan tekanan rasial  Korbannya siapa? Pelakunya siapa? Berapa banyak dari kita yang memberikan perhatian?

Apakah kita ini melihat seperti Gajah di pelupuk mata tak kelihatan sedang semut diseberang lautan terlihat besar?

Di Indonesia, mayoritas sangat sabar sehingga para penghina dan penista agama masih hidup dengan menebar kebencian dan menepuk dada sampai hari ini

Baiklah, jika ummat ini masih disudutkan dengan menyebutnya sumber terorisme maka saya mendoakan agar seluruh ummat Islam hari ini, 1 7 Milyar, seluruhnya berubah menjadi teroris, angkat senjata semua

Saya mendoakan agar perang global, Islam vs The Rest segera terjadi  Biarlah hancur, hancur sekalian  Hancur sejadi-jadinya

Maka, kemanakah kita akan lari? Masih amankah hidup kita? Kemanakah kita mencari perlindungan? Masih bisakah kita tertawa-tawa seperti hari ini?

Berhentilah menyudutkan ummat, karena semut yang terinjak-pun akan menggigit yang menginjaknya

Note:
Bagi orang waras, tulisan ini untuk mengajak kita merenung
Orang tidak waras akan melihat tulisan ini sebagai bentuk tantangan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s