Wisata Halal: Lombok Yang Menang Award Indonesia Yang Heboh


Lombok menang dua award dalam kategori World’s Best Halal Tourism Destination dan World’s Best Halal Honeymoon Destination. Indonesia (Baca: Lombok), berhasil mengalahkan saingan-saingan lain yang juga kelas berat, terutama dari sisi paradigma ke-musliman.

Dari kemenangan Lombok, kementerian pariwisata kemudian berinisiatif agar sukses Lombok memenangkan award ini bisa dicangkokkan sebagai proyek nasional karena katanya Indonesia ini adalah negeri dengan penduduk muslim terbesar se-dunia.

Tapi apa lacur, alih-alih mendapatkan sambutan yang luar biasa, malah mendapatkan resistansi yang berlebihan. Bahkan sebelum mereka mengerti betul apa itu konsep wisata halal.

Wisata halal adalah paket program tour yang mengkondisikan agar tamu mendapatkan kemudahan dalam mengakses kebutuhannya dalam hal ini, hal-hal yang halal. Makanan halal, masjid/mushola, dan lain-lain. Prinsipnya sebenarnya tidak jauh dengaan tamu dengan destinasi khusus lainnya.

Tamu yang mengambil program trekking ke Rinjani misalnya, pasti ingin tahu segala hal tentang Rinjani. maka kita mensupportnya dengan perlengkapan, informasi dan segala tetek bengek tentang pendakian Rinjani. Kebutuhan akan perlengkapan mendaki bisa disamakan dengan kebutuhan akan perlengkapan shalat. kebuthan makanan full kalori untuk pendaki, sama dengan makanan halal untuk tamu wisata halal. Dan seterusnya dan seterusnya

Menjual wisata halal tidak berarti anda harus murtad dari agama anda. Menjual program wisata halal tidak berarti anda harus menutup warung non-halal anda. Tidak juga berarti anda harus merubuhkan tempat ibadah anda dan menggantinya dengan masjid.

Memang iya kalau anda harus menutup aurat, harus menahan diri dari kebiasaan merokok, mnum-minum dan lain-lain selama anda membawa tamu. Kalau tidak mau berubah tetapi tetap ingin menjual wisata halal bukankah mudah menyewa pelaku wisata yang mau mengerjakannya?

Gitu aja kok repot!

Aaaahhhh, mungkin (ini mungkin loh) mereka (nama dirahasiakan) ketakutan jika gaya hidup mereka harus berubah menjadi lebih sering ke masjid (karena menemani tamu), melihat dan memegang Al-quran, memakai pakaian yang menutup aurat, tidak boleh lagi minum-minum, dll.

Tahu sendiri seperti apa cara hidup pelaku pariwisata kita. Bukannya berhasil menularkan budaya Indonesia yang sopan-santun malah sebaliknya menjadi korban budaya barat. Pakaian yang dulunya dibawah lutut menjadi diatas paha. Telinga yang dulu bersih sekarang diganduli anting-anting. Kulit yang dulu mulus, sekarang dicorat-coret tato.

Orang tua kita pasti menangis melihat kelakuan kita seperti ini.

Tetapi, saya pribadi paham mengapa mereka ketakutan. Perubahan, apalagi menuju kebaikan itu sangat sangat berat.

Secara ekonomi juga ada imbasnya, meskipun baru nampak efeknya dalam jangka panjang. Investasi mereka di diskotik, bar-bar, cafe-cafe, hotel-hotel mesum dan sebagainya akan hancur karena sepi jika Indonesia berubah menjadi destinasi wisata halal. Ini akan terjadi jika mereka menjadi pengusaha yang tidak bisa melihat peluang.

Biarlah mereka yang menolak wisata halal melihat geliat NTB, khususnya Lombok, menjadi daerah dengan destinasi wisata khas yang bersaing dengan daerah lain.

Wisata halal itu sebuah peluang. Wisata halal itu sebuah kesempatan menjadi pundi-pundi penghasilan.

Untuk Menteri pariwisata dan jajarannya, pesan saya adalah agar tidak pukul rata menerapkan wisata halal di semua daerah. Setiap daerah punya kekhasan sendiri-sendiri.

Yang bisa melihat peluang, mari kita support. yang ignorant, biarkan saja mereka berkubang dengan ignorant-nya. Mereka itu ibarat katak dalam tempurung. Tetapi sekalinya mereka melihat hujan (duit) di NTB, niscaya mereka akan menyanyi gembira.

Ha ha ha, lucu sekali perilaku orang-orang yang Islamophobia ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s