Presean Sebagai Olahraga Profesional


Ide dengan judul diatas muncul ketika seseorang di dalam mimpi saya menanyakan pendapat saya soal keuntungan dan kerugian Presean dari segi ekonomi.

Tulisan ini menjadi jawaban saya, langsung saya tuliskan saat terbangun dini hari.

Praktisi dan orang-orang yang terlibat dalam Presean sulit menjadi kaya jika Presean tetap menjadi kesenian/olahraga tradisional. Karena Presean hanya akan hidup musiman, dan hanya laku di Lombok saja.

Untuk membuat Presean menguntungkan secara ekonomi, Presean harus menjadi olahraga nasional. Presean harus masuk pekan olahraga daerah, nasional atau malah internasional.

Jika kita mencontoh bagaimana tinju Muay Thai bisa go internasional, itulah path/langkah yang harus diambil, bukan hanya oleh Presean, tetapi juga untuk olahraga/kesenian tradisional lainnya.

Cara sederhana yang bisa digunakan untuk membuat percikan ide ini membakar adalah dengan menemukan sponsor gila yang mau menyelenggarakan kompetisi tahunan Presean dengan hadiah luar biasa.

Ingat, uang bahkan bisa membangunkan orang mati.

Jika kompetisi tahunan ini digelar, sasana-sasana Presean akan menjamur. Dari sini pepadu-pepadu yang terlatih dan profesional akan muncul. Lapangan kerja akan tercipta, bukan hanya untuk pepadu, tetapi aspek lainnya juga. Misalnya perlengkapan Presean seperti tameng, penjalin, dan lainnya.

Tentu untuk menjadi olahraga profesional ada beberapa aspek yang harus dirubah. Misalnya pekerjaan Pekembar. Pekembar tidak lagi menjadi orang yang mencari lawan. Itu tugas promotor. Pekembar sebaiknya menjadi juri saja, karena seperti tinju, pepadu itu ada kelasnya masing-masing, ada rankingnya juga. Jadi tidak bisa lagi memilih lawan di arena dari para penonton, tetapi harus ditentukan diluar pertandingan. Persis seperti tinju profesional.

Aspek keselamatan, bentuk dan bahan tameng, bahan dan ukuran penjalin, pakaian pepadu, bagian-bagian tubuh yang boleh dipukul dan yang tidak, sasaran bernilai skor tinggi, pendek kata, semua aspek Presean harus di standarisasi, walaupun harus mengorbankan aspek tradisional terditorsi.

Nah, cukup sampai disini tulisan saya.
Saya rasa siapapun yang ingin memungut ide ini bisa meneruskannya. Tidak perlu mencari saya, saya ingin kembali tidur, karena ini masih jam 3 dini hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s