Tentang Mu


Ku tahu, tak seharusnya ku tulis cerita ini disini, karena kau dan aku sudah tidak sendiri lagi.
Meski sudah satu dekade berlalu namun di benakku kau masih di sini.
Tawamu masih terdengar, panggilanmu masih terngiang, kembangan senyummu masih jelas.

Mungkin karena aku sering memanggilmu. Bahkan dalam tidurku.
Itulah mengapa di tengah malam ku terbangun dan menulis ini.

Aku ingat segalanya tentangmu.
Ketika aku berada di suatu tempat, ku ingat, dengan kau lah aku kemari pertama kali.

Saat di pantai Ampenan, aku ingat kita pernah duduk dimana.
Saat di Senggigi, aku ingat kita pernah menikmati sunset.
Saat di Kuta, aku ingat kita pernah berlarian dipasirnya.
Saat lewat depan sekolahmu, aku ingat teman-temanmu.
Saat mengingat masa-masa SMA-ku, kau ada diantaranya.

Saat lewat taman kota, aku ingat kita pernah menikmati langit disana
Dengan kue pertama yang kau buat untukku

Perpustakaan, masjid, jalan-jalan kota, tempat makan, angkot
Kau tahu … pulau ini, penuh denganmu 🙂

Aku juga ingat, perempuan pertama yang aku bonceng
Saat pertama kali aku bisa naik motor, dengan motor kakakmu 🙂
Itu bukan kau, tapi ibumu.
Aku ingat wajah khawatirmu dan tawa kakakmu
Aku ingat pasar itu
Aku ingat, groginya diriku
Saat aku masih ragu membedakan gas, rem dan bel

Aku juga ingat hujan, kita pernah dibawahnya
Bukan hanya sekali
Aku juga ingat, motor bapakku macet dijembatan itu
Kala hujan deras mengguyur Ampenan
Aku juga ingat, ban motor kakakmu kempes
Seingatku, waktu tersialku bersamamu adalah di kala hujan

Aku juga ingat, saat terakhir kita bersama
Meski dulu terasa sakit, kini tidak lagi
Kini aku bisa mengingatnya dengan tawa kecil di hatiku
Kini, hanya tersisa yang manis tentangmu

Baiklah, aku harus kembali.
Kau, tinggallah disini, hiduplah dalam halaman-halaman blog ini.
Agar satu hari, aku masih bisa mengunjungimu.
Agar kau tahu, aku tidak membencimu.
Dan ingin tahu apakah kaupun begitu, sudah memaafkanku.

Kuharap, saat membaca tulisan ini kau tak marah.
Karena setidaknya aku ingin menyimpanmu disini, perempuan pertama yang pernah menghuni hatiku.
Dan tentu, aku berharap kau mengunjungi halaman ini.
Walau ku tahu, dengan pribadimu dulu, kau tak ada di dunia yang satu ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s