Mmm, anda pasti sudah tahu mau kemana tulisan saya ini. Tidak salah lagi. Saya ingin mengomentari tindak-tanduk pemerintahan SBY yang sampai saat ini, masih menggunakan solusi singkat, cepat, praktis, dan sarat pertimbangan politik untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa ini.
Tidak usah saya katakan, bagaimana direktur-direktur BUMN dan pejabat-pejabat serta menteri-menteri kita diganti berkali-kali. Yang bisa saya sebutkan: PLN, Pertamina, Pejabat polisi anu, Menteri ini, Kepala itu, dan sebagainya.
Beberapa masalah sebenarnya, tidak efektif jika solusi-nya adalah pergantian pejabat yang nun-jauh disana.
Sedangkan kesalahan sebenarnya, adalah kelalaian karyawan bawahannya.
Tidak tepat memutasi Hatta Rajasa dari Dephub ke Setneg, karena masalahnya bukan pada Hatta, tetapi pada infrastruktur transportasi kita yang buruk ditambah regulasi yang berantakan, korupsi yang berkarat, dan sumber daya manusia yang kebanyakan datang untuk absen saja.
Tidak tepat mengganti Direktur pertamina karena kebakaran depo plumpang.
Tidak tepat mengganti Kapoltabes Medan, Kapolda siapa gitu untuk kasus “Penodaan Demokrasi” di Medan.
Mengapa saya katakan tidak tepat?
Sekali lagi, SBY harus menempatkan masalah pada tempatnya dan melakukan penyelesaian menurut akar permasalahan, bukan main babat rumput sembarangan, bukan main seruduk, bukan main tunjuk.
Lebih tepat, jika orang-orang yang bersangkutan yang dihukum. Berikan kesempatan kepada orang-orang yang bisa dimaafkan karena kesalahan tidak langsung mereka.
Jika tindakan mutasi atau pencopotan yang digunakan, pikirkan, berapa biaya yang harus dikeluarkan negara untuk itu. Pikirkan juga, kelangsungan hidup program-program kerja masing-masing pejabat itu.
Kalaupun harus diganti, kesalahannya harus jelas. Bukan sekedar meredam gejolak di masyarakat.
Saya yakin, jika SBY, sedari hari pertama tugasnya sebagai presiden tidak bermain-main, banyak permsalahan yang telah selesai lebih cepat.
Masalah tidak akan berlarut-larut, seperti lumpur lapindo.
Sadarilah, banjir dimana-mana, masalah konversi BBM, DBD, demokrasi refresif, kriminalitas, dan permsalahan lain yang tiap hari kita saksikan di TV adalah gejala dari sesuatu.
Sesuatu itu entah jumlah Pegawai Negara yang tidak masuk akal, militer yang lemah, kepolisian yang majal, pejabat carmuk, dan lain-lain yang ada dibenak tapi tak bisa saya keluarkan dengan gampang.
Mudah-mudahan, SBY memiliki kesempatan untuk memperbaiki akibat perbuatannya selama 5 tahun ini.
Atau, terpaksa lengser dan gigit jari seperti pejabat-pejabat yang dicopotnya.
Bagaimanapun, murid kencing berdiri, guru kencing berlari. Buah-buah yang busuk berasal dari satu pohon yang sama.
Filed under: The Thougts , idea, politik







Komentar Terakhir