Arsip Blog

Menulis

Tiba-tiba saja, pukul 4.57 pagi ini aku teringat Erlina, anak kelas J tetangga kelasku, temannya si Ayu, anak kelas F yang naksir aku tapi malah jadian dengan si Erlina, mak comblangnya. Kalau dipikirkan, ternyata kasus cinta segitiga kami ini sudah “layak” untuk diangkat ke layar kaca :-)

Well, disinilah semuanya bermula.

Erlina, perempuan yang dulu (aku lupa, soalnya ini kejadian tahun 1994 – kelas 3 smp) pernah aku ingat nama lengkapnya, pernah aku ingat bapaknya, kakaknya, ibunya, gang-gang menuju rumahnya, teman-temannya dan …… memberiku sesuatu yang merubah hidupku.

Seingatku, itu pada tahun baru, sore dia datang ke rumahku, memberikan hadiah yang harus aku buka tepat pukul 00.00 malamnya, karena jelas, dua anak bau kencur yang terpisah 4-5 km tidak mungkin bertemu tengah malam dan berbagi kado.

Semalaman aku paksa begadang, orang tuaku hanya senyam-senyum melihat tingkahku yang agak tidak biasa itu. Dan penantianku agak “mengecewakan” karena hadiah itu berupa diary.
Saat itu, aku tak tahu apa itu diary dan fungsinya, apaan sih, cuma buku tulis!

Esoknya kami bertemu, dia menjelaskan:
“Daripada kamu menulis surat, lebih baik kamu menulis disini, nanti kita tulis bersama”

Jadilah, aku  menulis, dia membalas, semuanya terdokumentasi di diary itu, yang sekarang entah kemana.
Puisi-puisi, prosa pendek (aku baru tahu tentang jenis-jenis tulisan saat di sma), atau kata-kata gombal mengisi diary itu. Duh, dimana ya hilangnya?

Aku yang anak kampung dan ingusan (tipikalku sebelum bertemu Erlina: ber-celana pendek, penggemar dangdut, jarang keluar rumah, pendek kata kuper abisssss) berubah sejak itu.
Aku mulai suka menulis, tetapi seperti saat ini, berupa kalimat-kalimat pendek, entah karena aku yang tak pandai merangkai kata atau aku yang memang sulit menuangkan pikiranku dalam kata-kata panjang dan bertele-tele atau memang karena aku yang pada dasarnya “quiet” ini.

Beberapa saat setelah putus, yah …. gitu deh. Aku lupa menulis, sibuk dengan sekolah baruku, teman-teman baru, dunia yang lain dari yang lain, masa-masa yang paling indah, masa-masa di sma.

Sekarang, menulis adalah keinginanku. Aku ingin memiliki buku-ku sendiri, aku ingin menerbitkannya dan inilah aku, menulis sepagi ini tanpa tahu ujung tulisan ini karena isi kepalaku yang tiba-tiba teringat Erlina.

Dan seperti biasa, tulisan ini juga sangat pendek, well its me :-)

Dia yang kulupakan, sesungguhnya, memberikan bekas yang luar biasa padaku.
Jika kau bertemu, katakan padanya, maafkan aku karena hanya mengingat nama panggilannya saja, katakan, aku berterima kasih.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 803 pengikut lainnya.