Pagi ini, aku bangun jam 6. Di Musholla sebelah, orang sudah pada takbir, aku buru-buru ke kamar mandi.
Teng! Airnya mana? Kok ndak keluar-keluar?
Aku menatap keran dengan penuh heran, dan akhirnya cemas. Lagi bentar orang mau sholat ID, aku belum mandi, mana semalam **** lagi.
Wah!
Sumur!
Ah, sumurnya udah lama ditutup, alias gak ada sumur di rumahku.
Ini karena mamaku yang lagi stress, terus percaya berat sama yang namanya PDAM. Mana bisa dipercaya di Indonesia, di negara yang katanya kaya sumberdaya dan pernah swasembada, tapi rakyatnya sendiri kelaparan.
Mana boleh!
Eiit!, nasibku sendiri gimana?
Akhirnya, aku kumpulin sisa-sisa air yang ada di ember-ember, bak-bak dan ceret-ceret. Dapetlah, 3-4 gayung air.
Lumayan untuk dipakai mandi.
Aku tau, KAU pasti mengerti.
Bi Ismi hi!
###
Selesai mandi, mau makan dulu sebelum ke Musholla, tapi eh, tupatnya mana? Kok ndak ada? Istriku juga kok ndak masak apa-apa?
Wah!
Seingatku, mama sudah lama jarang masak yang enak-enak lagi. Aku tahu kenapa.
Ah, sudahlah, gak enak di keluhin.
Ya udah, ambil sepotong kue, kunyah, dan jalan ke Musholla.
Ya udah, sebelum terlalu telat, met lebaran. maafin ya semua salah.







Komentar Terakhir