Arsip Blog

Agama dan Distro Linux

Loh … apa hubungannya? Gak nyambung deh ….

Tunggu dulu, duduk dulu …. dengarkan saya bicara =))
Meskipun kedengarannya gila, mohon bersabar …..

=== +++ === +++ === +++ === +++ === +++ === +++ === +++ ===

Agama itu ibarat distro linux (meskipun gak 100% cocok diibaratkan), systemnya harus fresh, tidak boleh ada muatan asing didalamnya.

Agama, seperti halnya distro linux, harus diinstal ke dalam hidup kita. Kalau hanya dibicarakan saja, percuma saja.

Agama, seperti halnya distro linux, tidak baik jika dicampuraduk, arsitekturnya harus pas, system i386 tidak bisa diinstal paket amd64.

Agama juga tidak boleh dualboot. Harus satu.

Agama, seperti halnya distro linux, harus free (gratis), tidak diperjualbelikan.

Meskipun demikian …

Agama tidak seperti distro linux, bisa digonta-ganti sesuka hati.

Agama tidak seperti distro linux, bukanlah milik komunitas, bukan juga dibangun oleh komunitas, tidak bisa ditambah dan dikurangi sesuai selera komunitas.

Agama tidak seperti distro linux, yang diedarkan dalam CD/DVD dengan paket-paket terbatas sesuai selera pilihan pengembang. Agama harus diinstal seluruhnya, karena sungguh, hardware kita mampu menanggungnya.

Agama tidak seperti distro linux, yang awal mulanya dibagikan gratis, ujung-ujungnya mengeksploitasi ummat dengan menawarkan support komersial.

Agama tidak seperti distro linux yang paket-paketnya bisa outdate. Paket-paket agama selalu update. Zamanlah yang harus berubah, bukan gaya hidup yang menentukan distro.

NB:
Saat ini saya sedang berusaha menjalankan agama seperti yang saya tulis diatas. Jadi kalau anda melihat saya masih banyak kekurangan, mohon dimaafkan :-)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 803 pengikut lainnya.