Arsip Blog
Bukan Medianya Tapi Isinya
Secara aneh, saat masih berbaring, setelah tersadar dari sebuah mimpi, benak saya dienuhi beberapa pemikiran antara lain, tentang Google Plus.
Munculnya Google Plus menyulut antusiasme yang aneh pada sebagian orang. Ada yang menganggapnya lebih baik, super dan hebat daripada media-media sebelumnya seperti facebook. Sebaliknya, ada juga yang menganggapnya ketinggalan kereta, karena pangsa pasar media sosialisasi seperti facebook sudah merebut pengguna yang luar biasa. Juga karena banyaknya media sejenis yang saling bersaing.
Tapi maaf saja, buat saya, kesemuanya itu gak penting!
Mengapa? Karena ….
Media seperti facebook, twitter, Google+, plurk, blog, web, email, buku, diary, sms dan mulut (dan sebut saja yang lainnya) itu dalam bentuknya saja berbeda, tetapi dalam esensi-nya sama, sebagai media berekspresi.
Kenyataannya, kita hanya punya satu otak, satu pribadi dan katakanlah, satu pendapat (though) atau sebut saja, ekspresi – yang ingin diungkapkan, dibagi dengan orang lain.
Dengan mulut, kita perlu orang lain secara berhadapan, apakah tatap muka atau melalui media frekuensi elektromagnetik. Dengan twitter, kita diharuskan mengekspresikan diri dalam jumlah karakter terbatas. Di facebook, kita bisa menambahkan foto, bahkan video untuk audiens tertentu yang lebih luas lagi.
Kenyataannya, ekspresi itu, meskipun subyektif, bisa dibedakan, antara yang bagus dengan yang jelek, antara yang menyulut antusiasme dengan yang mengundang cemooh. Kasarnya, emas dan (maaf) kotoran itu tidak sama.
Yang menjadikan Udin selebriti dan yang menjadikan sekelompok anggota komisi dicaci-maki juga sama, ekspresi. Tetapi tetap bisa dibedakan!
Pendek kata, seperti ilmu silat, bentuk (gerakan/teknik) itu tergantung esensi-nya (ku koat / boh). Bentuk saja, tanpa esensi adalah mati, tak berarti.
Twitter, facebook, Google+, mulut, sms, blog, tv, koran, pakaian, jabatan, buku, kulit, hiasan, aksesori itu tidak penting. yang penting adalah isi, konten, ide, pribadi. Tapi isi, konten, ide atau pribadi saja tidak cukup, karena ada ide sampah adapula ide yang berbobot.
Polisi, hakim, pns, karyawan, suami, istri, teman, musuh semuanya memiliki kesamaan, tetapi tetap saja bisa dibedakan antara yang baik dengan yang buruk, antara yang koruptor dengan yang bukan, antara pahlawan dengan penjahat.
Seperti iklan, “Garbage In Garbage Out apapun medianya”.
Sederhananya, media apapun yang anda gunakan untuk ber-ekspresi, yang paling penting adalah kualitas ekspresi anda.