Kanaq Sasak Blogging

Icon

Kritik Itu Enak dan Perlu!

Perpustakaan dan Gerakan Free Software

Perpustakaan, tidak terbantahkan lagi adalah sarana pembelajaran terampuh bagi masyarakat. Bukan saja masyarakat  Indonesia masih jauh dari mampu untuk membeli buku, tetapi juga merupakan “sekolah” gratis untuk sebagian orang.

Bagi saya, perpustakaan adalah kampus, tempat belajar sekaligus menemukan jawaban dari permasalahan hidup.

Bahkan, kemahiran saya berlinux ria-pun, 68%-nya saya dapatkan dari perpustakaan. Sebagian dari mencoba langsung.

Tapi … jika membandingkan jumlah buku yang Windows oriented dengan yang Linux oriented, saya menjadi miris. Jumlah buku yang tersedia yang membahas Windows 68% lebih banyak daripada Linux.

Ini secara tidak langsung menyuburkan pembajakan. Mengapa?

Karena terus terang, daya beli masyarakat kita masih kurang. Apalagi pembajakan masih dianggap lazim dan tidak berbahaya.
Dengan tersedianya buku-buku windows oriented yang lebih banyak, sudah pasti, peluang untuk belajar menggunakan software bajakan itu membesar.

Andai, perbandingannya terbalik. Buku-buku yang membahas Linux lebih banyak, saya yakin, Indonesia akan segera keluar dari blacklist dan wajah kita akan bersih dari noda yang memalukan bangsa ini.

Melalui artikel ini, saya menghimbau para pemerhati dan praktisi perpustakaan, tolong, alokasikan dana pembelian yang saya tahu 2x setahun itu lebih banyak untuk buku-buku berorientasi Linux atau free software lainnya.

Mudah-mudahan, dengan tersedianya sarana belajar yang memadai, semangat membajak bisa ditekan, syukur-syukur jika Indonesia keluar dari daftar blacklist.

Filed under: The Thougts, open source , ,