Arsip Kategori: Tutorial
Resurrect – Membangkitkan Akun-akun Lama
Untuk apa membangkitkan akun-akun lama? Ada beberapa alasan bagi sebagian orang. Misalnya untuk menutupi masa lalu atau sebaliknya memperkuat eksistensi dan positioning di internet.
Teknik yang saya gunakan untuk merecover akun-akun lama saya ini bisa saya rangkum dalam beberapa langkah:
- Googling
Query nama panggilan, nama beken, nama panjang, dan lain-lain yang kira-kira ada hubungannya dengan akun-akun anda itu. - Periksa email-email yang masih anda ingat
Jika anda masih ingat usernamenya syukurlah. Cara mengecek apakah sebuah username kira-kira pernah anda daftarkan atau tidak dengan mengecek ketersediaanya di halaman pendaftaran. Jika username itu sudah diambil, anda bisa mencoba login/merecovernya. - Peras ingatan anda
Coba ingat-ingat jawaban dari pertanyaan rahasia. Ini sangat membantu, karena selain menggunakan email cadangan, akun bisa diresurect dengan jawaban yang tepat dari pertanyaan rahasia.
Dan ini kisah saya
Tiba-tiba saja, entah bagaimana mulanya, saya membuka 2 web browser, Mozilla Firefox dan Google Chrome. Di Firefox, saya membuka tab google search dengan query amrinz yang menemukan sekitar 13.100 halaman hasil dalam waktu 0.08 detik. Waaaaaaaaaaa banyak amat!
Di tab satu lagi saya membuka email utama, membuka semua email lama, menelusuri sekitar 800-an lebih email yang saya simpan dan malas dihapus meskipun tidak penting
, jadilah kerja rodi dari pagi jam 11 sampai sore saya menulis blog ini.
Di Chrome saya membuka halaman recovery email google dan yahoo, serta halaman login akun2 lainnya seperti linkedin, gravatar, blogger.com dan lainnya yang kira-kira perlu di resurect.
Lalu tujuannya apa kok membangkitkan akun-akun yang sudah lama terkubur itu?
Pertama: Untuk mendapatkan kembali blog amrinz.blogspot.com yang saya lupa dulu daftarnya pake apa, duh ….. dah berapa tahun ya?
Kedua: Kurang kerjaan. Seharusnya liburan gini bisa jalan-jalan atau tiduran kek seharian, tapi dua-duanya tidak bisa, jadinya begini deh.
Hasilnya?
Saya mencatat ada sekitar 50-an lebih akun dari mulai email, blog, social website, forum dan lain-lainnya. Yang belum kehitung juga banyak, karena dah lemes sedari tadi menjawab pertanyaan recovery, mengecek email alternate, dan lain-lain.
Lanjutkan?
Yap, tapi besok. Sekarang mau mandi dulu!

Mengatasi Klik Kanan Yang di-Disable
Pernahkah anda mengunjungi sebuah website yang pemiliknya paranoid? Banyak fitur-fitur standar pada sebuah browser di-disable. salah satunya adalah klik kanan.
Karena klik kanan di-disable, maka kita tidak bisa mem-blok dan meng-copy isi website tersebut, meskipun dengan klik kanan, masih ada fitur lain yang bisa kita gunakan selain copas.

Right Click is Disabled
Trik ini adalah trik javascript yang kuno dan tidak berguna, cuma bisa menggetarkan hati dan membuat pusing yang tidak tahu-menahu.
Nah, cara mematikannya gimana?
Cara panjangnya, di firefox anda buka menu Tools > options (win) atau Edit > preferences (gnu), pindah ke tab content, hilangkan centang “Enable Javascript”.
Atau cara pintar, menggunakan addons web developer (download dan install dulu), klik di ikon disable, pilih Disable Javascript > All Javascript.
I hope this help you.
Mempercepat Koneksi Internet menggunakan Download Accelerator
Koneksi yang “lemot” dan “lelet” adalah hal yang biasa di negeri kita tercinta ini, dimana dibarengi dengan tarif yang mahal ketimbang negara-negara tetangga.
Saya sendiri menggunakan koneksi Smart Reguler dengan kecepatan download maksimal 16KB pada tengah malam sunyi tanpa seorangpun (ada sih beberapa) yang online bersamaan.
Ada beberapa tips untuk meningkatkan kecepatan download kita, salah satunya menggunakan aplikasi download accelerator. Salah satu yang ramai dibicarakan di blog adalah Onspeed Download Accelerator.
Menurut Wikipedia, sebuah download accelerator, termasuk Onspeed memiliki cara kerja yang sama.
Sebuah software download accelerator bekerja dengan cara melakukan kompresi terhadap data yang kita download. Saat kita me-request data, download accelerator akan melakukan routing request kita ke server mereka, server mereka melanjutkan request kita kemudian meng-kompress data tersebut sebelum diberikan ke kita.
Jadi, sebenarnya koneksi kita tidak meningkat sama sekali. Yang berubah adalah besarnya data yang seharusnya kita download, jika seharusnya kita mendownload 100KB dengan teknologi kompresi 10x kita mendownloadnya menjadi 10KB. Hasilnya tentu saja 10x lebih cepat dari biasanya.
Tetapi sayangnya, tidak semua jenis data “mau” dikompress oleh download accelerator ini. Dukungannya biasanya terbatas pada file-file gambar dan teks. Untuk file-file “gemuk” seperti mp3, avi dan lainnya jarang sekali yang mendukungnya.
Kalaupun ada, biasanya dibarengi dengan layanan berbayar.
Yah, begitulah cara kerja download accelerator yang saya baca dari wikipedia.
Meskipun fitur download accelerator ini terbatas, tetap saja berguna bagi kita, setidaknya meningkatkan kenyamanan saat browsing. Jika anda ingin mencoba download accelerator ini, silahkan mendownload salah satu dengan mencarinya di google.