Arsip Kategori: Kisah

Rest in Peace – Open Community Tutorial is Passed Away

Dengan berat hati, saya memaksa blog saya, linuxindo.web.id untuk melakukan harakiri. Sejak bulan ini saya tidak lagi memperpanjang domain ini, itu artinya saya mempersilahkan siapapun untuk menggunakan domain ini kembali, tentu saja dengan tidak mencontek isinya yang tidak seberapa itu.

Nasib tulisannya bagaimana?
Tulisan-tulisan saya di web linuxindo.web.id ini telah saya pindahkan ke blog yang baru, dalam bentuk kategori tersendiri, linux. Silahkan nikmati semuanya di http://berugak.com/category/linux.

So … sayonara!
Thank you for your companion!

[ amrinz ]

Cerita-cerita Unik Seputar Idul Fitri 1432 Kacau Balau Tahun 2011

Semalam ke rumah kakak di gebang untuk berbuka dan menikmati opor yang sedianya akan disantap esok selasa, 1 syawal versi sebelum “kekacauan” terjadi. Di sepanjang jalan menuju Gebang, saya melihat antusias masyarakat menyambut Lebaran, tumpah-ruah dijalan, entah itu memasang “jojor” di sepanjang pemisah jalan lingkar selatan ataukah memasang genset dan mempersiapkan miniatur masjidnya untuk pawai takbir akbar keliling kota di Mataram dan Lombok Barat.

Disinilah terjadi kelucuan, sejumlah pawai takbiran dihentikan oleh panitia segera setelah pengumuman di TV.

pawai-takbir-distop

“Pawai takbiran dibatalkan secara tiba-tiba. Padahal Asisten I Setda Lombok Barat, M S Udin, sudah melepas para peserta pawai secara resmi di lokasi pelepasan patung sapi Gerung,” kata salah seorang warga yang menonton pawai takbiran, Baiq Farida Alawiyah, di Lombok Barat, Senin malam. (dikutip dari AntaraNews)

Lain lagi dengan istri saya, sibuk sms-an sana sini. SMS temannya lah, kakanya lah, Pak Tri-lah, Engku-lah pokoke hampir semua kontak di HPnya di SMS. Pertanyaannya mirip, “Lebaran hari apa?”

Saya juga sibuk googling, karena saat pengumuman di TV saya lagi dijalan, pulang menjemput anak di Ampenan. Sepanjang jalan sih saya melihat pawai … heboh, terutama di kawasan Dasan Agung yang paling norak dan lebay dalam menyambut hari-hari besar Islam, sampai meniru-niru ogoh-ogoh sedangkan masyarakat lainnya paling hanya saat takbir akbar saja membuat replika masjid.

Kesimpulannya ………..

Saat pulang dari Gebang, lampu-lampu jojor disepanjang jalan Lingkar Selatan sudah dimatikan …

Masjid kompleks mengumumkan agar jamaah kembali ke masjid, padahal Isya sudah leat lama, untuk shalat Tarawih bersama … akh saya mah males …. :-)

Akhirnya …. jam 3 pagi lebih 15 menit terbangun, minum dikit … buka rantangan isi opr ayam, ambil ketupat …

Tumben, baru seumur-umur saya sahur pakai opor buat lebaran :-) Mantap!

Masih Newbie! Swear Bukan Sedang Merendah

Yap, baru abis browsing-browsing, nyasar di kaskus.us, loginlah pake akun lama yang dibuat Dec 2010 2008. Baca-baca and mo nyobain reply, eh gak bisa. Lalu pergi ke thread sandboxnya buat belajar posting, tetep gak bisa. Terus aku baca baik-baik pesannya kenapa gak bisa, baru ngeh kayaknya belum diaktivasi akunnya :-(

Gak percaya? Ni akun emang dah lama bikinnya tapi baru aja diaktivasi setelah baca-baca guide kaskusnya. Ketemu di bagian registrasi dan aktivasi. Yap, setelah aktivasi bikin nyoba.

Akhirnya diputuskan untuk membuat thread baru di thread ini (saya lagi laporin hansip, minta dihapus :-P ), judulnya sih keren. Ternyata e ternyata, thread yang mirip sudah ada, cuma judulnya yg gak kena waktu di search 2-3 kali.
Akhirnya memutuskan untuk melapor ke hansip daripada gak bisa tanggung jawab jaga threadnya.

Dari pengalaman barusan saya tiba-tiba nyadar masih banyak hal yang belum saya tahu, baik di dunia maya maupun di kehidupan nyata. Umur emang sudah 30-an tapi masih kuper.

Ya sudahlah, tokh sudah ketuaan kalau mau belajar banyak-banyak, gak kuat.
Sebenarnya ingin fokus belajar beberapa hal saja, tapi sepertinya aku kehilangan semangat membaca yang dulu pernah aku miliki.
Sekarang, melihat tulisan agak banyak sudah main scroll scroll scroll dan copas pada akhirnya.

Saya salut untuk orang-orang yang bisa menulis setiap harinya. saya salut pada orang-orang yang bisa belajar setiap harinya, meskipun hanya satu paragraf.

Yah sudahlah, saya masih newbie, dan swear, saya tidak sedang merendah!

Liburan Bersama KPLI NTB di Gili Trawangan

Sabtu, 11 Desember 2010 saya pulang lebih cepat dari biasanya. Meskipun jam kantor berakhir pukul 11.00, di hari biasa saya memilih untuk standby di kantor sambil menunggu download kelar.
Hari itu beda, ada kawan dari Jakarta, manusia tercantik dalam rombongan kami, para lelaki, Yenni K, akan datang dan menemani liburan kami ke Gili Trawangan.

Pukul 15.00 saya standby di bawah pohon ketapang, di utara lampu merah rembige yang menjadi terminal tidak resmi bagi bus kecil dan angkutan yang akan menuju Tanjung, KLU. Sambil menunggu, sesekali menjawab SMS yang bertanya “Apa sudah kumpul?”.
Tidak lama Blek datang menemani, dia bilang “Saya makan dulu yah, belum makan dari pagi”, dan … melahap satu porsi lontong sayur dalam waktu yang fantastis, kurang dari 1 menit :-)

Lalu muncul epul, piko, dan menunggu …….
Kira-kira pukul 16 lewat, datang sms dari Yenni, minta dijemput. Karena tidak ada kendaraan, Blek ngotot untuk jalan kaki ke Bandara yang jaraknya lumayan, tetapi saya mencarter cidomo yang kebetulan baru saja menurunkan penumpangnya.
Yah, dengan percaya diri dan tertawa-tawa jadilah saya dan Blek  menjemput Yenni di bandara dengan cidomo yang kudanya, aduh kasihan, kecil sekali. Syukurlah kuat mengangkut kami bertiga plus dua tas bawaan Yenni.

Karena sudah ada mobil yang menunggu sedari tadi, kami langsung saja berangkat. Sepanjang jalan menuju Bangsal cuaca agak cerah, sampai memasuki kawasan Hutan Pusuk, turun hujan yang mula-mula gerimis lalu menjadi lebat. Hujan ini berlanjut sepanjang perjalanan sampai ke Pemenang dan memasuki Pelabuhan Bangsal.

Alhamdulillah, meskipun kami datang di saat terakhir dan loket tiket sudah tutup, masih ada perahu yang akan menyebrang ke Gili Trawangan, meskipun dengan harga lebih mahal dari harga normal, kami membayar Rp 15.000,- per-orang.
Dan bagian rahasianya adalah: Wajah Yenni berubah memucat selama di atas perahu.
Oh ya, perahu yang kami tumpangi ini perahu lebar bermotor. Meskipun selama perjalanan terkadang goyang-goyang tapi aman, karena nahkodanya cukup mahir mengendalikan dan menyesuaikan kecepatan dengan ombak.

Rasanya sudah lewat magrib ketika kami mendarat di Gili Trawangan, dan masih hujan, meskipun tidak terlalu lebat. Kami berteduh di depan Manta Dive, di area grill-nya. Dengan menebalkan muka, kami mengambil gambar pertama di Gili Trawangan di area grill itu.

Tiga Anak Pantai Gili Trawangan

Tiga Anak Pantai Gili Trawangan

Saya sempat cemas ketika Piko menelpon temannya, Akim, yang berkerja di sana untuk menjemput kami, tetapi teleponnya agak susah. Dan akhirnya setelah menunggu dan sempat ditawari kamar bertarif Rp 350.000,- semalam, kami meluncur ke kos-kosan Akim dan beristirahat sejenak.
Setelah beristirahat kami diantar ke homestay yang dari namanya saja sudah serem, Rumah Hantu Homestay. Wow …. nekad!
Di homestay ini kami sempat tawar menawar dengan pemilik homestay dan akhirnya kami sepakat Rp 240.000,- untuk dua kamar di tempati 6 orang. Satu kamar khusus untuk Yenni dan satu lagi untuk kami berlima, ha ha ha!

Karena hujan belum berhenti juga, kami makan malam di rumah makan terdekat,  cuma beberapa langkah di depan homestay kami, Warung Indonesia. Sedikit rahasia, kalau makan disini harus menggunakan bahasa lokal (sasak) supaya harganya murah. Jadi, dapatlah kami Nasi campur 8.000-an (yang tetap saja mahal untuk ukuran kami, he he he). Tapi gak apalah, kan ada bonus teh manis dan kopi susu plus gorengan gratis serta lirik-lirikan dikit dengan yang jaga warung, ha ha ha.

Akhir kata, malam itu kami tidur agak malam, dan esoknya saya bangun pagi untuk melihat sunrise berdua dengan piko. Sayangnya, karena berawan, mataharinya tidak terlihat, rupanya belum rejeki kami :-(

Setelah bermalas-malasan, mandi dan sarapan (yang kali ini dengan harga Bule, karena saya pengen makan rawon), sekitar pukul 09-an kami check out dan …. menuju pelabuhan, menunggu mamiq ichak yang datang bersama anaknya.
Jadilah hari itu kami menikmati pertunjukan tarian penyu di Gili Trawangan turtle hatchery, di utara pulau.

Bosen melihat penyu, saya ngiler melihat laut yang membiru dan orang-onrang yang berenang kesana kemari dengan snorkel, saya nekad membuka baju, menampakkan perut bedel saya dan nyebur pertamax!
Disusul Blek, yang rupanya iri juga dan lalu Cepul dan terakhir Yenni yang dipanas-panasi, meskipun gak bisa berenang dan terbukti menenggak air asin hampir 1 gallon, ha ha ha.

Bosen berenang samapai kulit jari-jari saya mengkerut, kami sudahi dan  makan siang terakhir di Oda Cafe. Saya yang berpikir akh, terakhir juga, menghabiskan omelet plus jus mangga dan terbukti, dari duit yang 250 ribu-an hanya tersisa 30 ribu-an dengan melarikan diri duluan ketika nyampe mataram dan menyerahkan tanggung jawab membayar taksi ke Yenni :-)

Ya sudah, sampai di rumah saya mandi dan bluk, tidur kelelahan dan pusing!

Well, this is so wrong man!

Cerita lainnya:

Fakta:

  • Kejadian: Sabtu dan Minggu, 11 – 12 Desember 2010, Gili Trawangan
  • Yenni dan Piko gak bisa berenang
  • Minumlah Antimo mencegah Mabuk

Akhir Petualangan (akhirnya!)

Bagi anda yang tidak pernah:

  • Memiliki email lebih dari satu
  • Menggunakan email untuk mendaftar di beberapa layanan online, mulai dari aplikasi-aplikasi google sampai twitter
  • Googling lalu tersesat
  • Mengobrak-abrik forum untuk mencari password atau barang-barang gratisan
  • Dan memiliki beberapa domain mengangur
  • Dan itu berlangsung selama beberapa tahun

anda tidak akan memahami apa yang saya katakan setelah ini.

Saya sendiri sudah capek, dan akhirnya harus puas dan kembali ke asal saya.

Membaca, mendengar, dan mencoba menulis kembali. Perlahan-lahan, lebih banyak merenung dan berfikir sebelum diungkapkan.

Saya meninggalkan segala macam nickname, saya kembali ke keaslian saya. Saya menggunakan 2-3 email saja (ya, saya belum bisa, malah tidak mungkin menggunakan hanya 1 buah email saja), dan membunuh email-email lain yang kebanyakan digunakan untuk keperluan yang aneh-aneh.

Saya bunuh plurk, saya diamkan twitter, saya sia-siakan frinedster, saya hibernasi dari facebook.

Dengan koneksi seadanya saat ini (saya menggunakan smart dengan kecepatan antara 1-14 kbs), saya harus membatasi keinginan-keinginan saya. Tidak mungkin bagi saya mendownload jdorama yang saya mau, menyiksa dalam penantian jika saya mendownload update game-game favorit saya (yang tentu saja bajakan).

Saya harus puas dengan 1-2 kali sebulan ke hotspot cafe (agar saya tidak manja oleh kecepatan tinggi), puas dengan mengupdate Luna (laptop saya) 1x sebulan. Puas dengan menyimpan (saya menggunakan scrapbook) halaman-halaman favorit dan menarik hati.

Bisa dikatakan, aku …………… ber-khalwat dari dunia maya.

So, SMS  (belum tentu aku balas) atau telpon (pasti saya bicara) aku jika kamu memiliki keperluan denganku.

Jangan coba-coba men-tweet, mengirim wall/message, atau malah mengemail aku. Kecuali kau mau menunggu berhari-hari sebelum aku membuka inbox.
:-)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 803 pengikut lainnya.